Sejarah Kerajaan Cirebon dan Peninggalan yang Masih Tersisa

Netter.co.id – Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar tentang Kota Cirebon? Nasi Jamblang adalah makanan khas Cirebon bukan? Julukan Kota Udang ya? Tapi, tahukah kalian tentang sejarah kerajaan Cirebon? Langsung saja kita bahas, ya?

Nah, buat kalian yang saat ini duduk di bangku kelas 10 dan belajar sejarah wajib, materi tentang kerajaan sangat penting untuk kalian semua! Itu wajib dan mutlak untuk dipelajari, siapa tahu, kalian akan menjadi jodoh kalian dari keturunan kerajaan!

Langsung saja kita bahas tentang Kerajaan Cirebon, yuk!

Mengenal Sejarah Kerajaan Cirebon

Sejarah Kerajaan Cirebon

Menurut Sulendraningrat, yang bisa didasarkan pada teks atau manuskrip dengan Bab Sunda Tanah dan Atja berdasarkan Carita Purwaka Caruban Nagari, Cirebon pada awalnya adalah sebuah dusun kecil.

Awalnya didirikan dengan Ki Gedeng Tapa dan secara bertahap berkembang menjadi desa yang ramai bernama Caruban. Caruban berarti ada campuran para pendatang dari berbagai suku, bahasa, agama, latar belakang, adat istiadat, dan mata pencaharian yang berbeda.

Mereka datang dengan tujuan menetap atau hanya bertindak. Karena sebagian besar pekerjaan masyarakat pada awalnya dilakukan sebagai nelayan, pekerjaan lain telah berkembang.

Seperti: Misalnya, ikan dan reon (Udang Kecil) di sepanjang pantai yang bisa digunakan untuk membuat terasi. Lalu ada garam dan pasta.

Dari bekas terasi inilah yang menghasilkan air, yaitu nama “Cirebon” lahir, yang berasal dari Cai (Air) dan Rebon (Udang Rebon), yang berkembang menjadi Cirebon yang dikenal hingga saat ini.

Baca Juga :  Sejarah Dinasti Umayyah: Awal Berdirinya Dinasti Lengkap

Cirebon adalah kota besar dengan salah satu pelabuhan terpenting di pantai utara Jawa. Pelabuhan ini sangat berguna sebagai tempat kegiatan pelayaran dan perdagangan seluruh nusantara maupun dengan negara lain.

Selain itu, Cirebon menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di wilayah Jawa Barat.

Apa Saja Peninggalan Kerajaan Cirebon?

Berikut ini adalah beberapa peninggalan sejarah Kerajaan Cirebon di wilayah Indonesia, antara lain:

1. Patung Macan Putih

Patung Macan Putih merupakan peninggalan di Kasepuhan atau Kerajaan Sirene Cirebon. Yakni, memiliki lokasi di depan keraton di Cirebon, terutama di depan Keraton Kasepuhan.

Kehadiran patung macan putih seharusnya melambangkan keluarga Pajajaran, keturunan Maharaja Prabu Siliwangi. Di Kerajaan Cirebon didasarkan pada teks atau naskah dengan Bab Sunda Tanah dan Atja yang didasarkan pada Carita Purwaka Caruban Nagari.

2. Makam Sunan Gunung Jati

Mausoleum Gunung Jati di Sunan Gunung Jati yang terletak di bagian Cireban di sebuah bukit kecil yang sering disebut Gunung Sembung. Kompleks makam ini terletak di jalur Cirebon – Kota Indramayu.

Sebagai salah satu pengurus yang menyebarkan agama Islam, makam Sunan Gunung Jati selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri untuk berziarah ke salah satu penjaga penyebaran agama Islam.

3. Istana Keprabon

Keraton Kevrabon adalah Kerajaan Cirebon. Di Kraton Keprabon merupakan tempat menuntut ilmu yang telah didirikan bersama Putra Mahkota di Kesultanan Kanoman, salah satu divisi dari Kesultanan Cirebon, seorang Pangeran Raja Adipati dari Keprabon, untuk menimba ilmu agama Islam.

4. Istana Kanoman

Keraton Kanoman yang telah didirikan dengan Pangeran Kertawijaya atau Pangeran Mohammad Badridin. Keraton Kanoman memiliki luas sekitar 6 hektar dan terletak di belakang alun-alun di dalam keraton, kediaman Kesultanan ke-12, Sultan Muhammad Emiruddin dan keluarganya.

Baca Juga :  Suku Asmat

Ada dua gerbong di keraton yang berada dalam peninggalan kuno Siren Cirebon, Jempana dan Paksi Naga Liman. Kanoman Sanantan adalah pemekaran dari Kesultanan Cirebon, yang dikaruniai seorang putra Pangeran Girilaya Pangeran Raja Kartawijaya.

5. Istana Kacirebon

Istana Kacirebon Kacirebon dibangun pada tahun 1800 Masehi. Di masa lalu, peninggalan seperti keris, wayang, gamelan dan peralatan perang lainnya telah disimpan di gedung ini.

Keraton Kacirebon terletak di pinggiran Pulasaren, Cirebon, di Kabupaten Pekalipan, barat daya Keraton Kasepuhan dan selatan Keraton Kanoman. Bangunannya sangat panjang dan begitu membujur ke selatan dengan luas tanah 46.500 meter persegi.

6. Istana Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon atau Keraton Pakungwati dibangun bersama Mbah Kuwu Cerbon atau Pangeran Cakrabuana pada tahun 1430, ketika seorang Pangeran Cakrabuana berganti nama menjadi Keraton Pakungwati, yang diberi nama Dalem Agung Pakungwati.

Karena ada seorang Pangeran Cakrabuana yang menyayangi putrinya Ratu Ayu Pak. Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan kerajaan Islam tertua di Cirebon.

7. Kereta Singa Barong Kasepuhan

Singa Barong Kereta Kasepuhan adalah karya cucu Sunan Gunung Jati, Panembahan Losari, yang dibangun pada tahun 1549.

Bagian depan Singa Barong adalah suku gajah yang melambangkan adanya persahabatan antara Kesultanan Cirebon dan negara India, dan naga untuk melambangkan persahabatan dengan Cina, dan tubuh negara Buroqi dan melambangkan persahabatan antara negara-negara Cina.

Sejarah kerajaan lainnya:

Penutup

Demikian pembahasan kali ini yang bisa admin sampaikan secara jelas dan singkat tentang Sejarah Kerajaan Cirebon. Semoga ulasan ini, bisa bermanfaat dan bermanfaat untuk kalian.