Netter.co.id – Penggerakkan arah baru riset nasional ini mencerminkan komitmen BRIN untuk menjadikan riset sebagai motor penggerak utama pembangunan berkelanjutan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menggulirkan strategi baru untuk mengarahkan riset nasional ke tingkat yang lebih maju. Dalam sebuah pernyataan, ia menekankan pentingnya memperkuat kapasitas riset yang responsif terhadap tantangan zaman, serta memenuhi tuntutan industri dan masyarakat. Strategi ini diimplementasikan melalui tiga jalur utama yang bertujuan untuk merevitalisasi dan mengoptimalkan cakupan penelitian di Indonesia.
Penguatan Ekosistem Riset Nasional
Jalur pertama yang diungkapkan oleh kepala BRIN adalah penguatan ekosistem Riset Nasional. Riset Nasional yang handal membutuhkan infrastruktur yang kuat serta sumber daya manusia yang mumpuni. BRIN memilih untuk fokus pada pengembangan dan adaptasi teknologi canggih guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas penelitian. Hal ini mencakup penggunaan teknologi digital dan laboratorium yang lebih canggih yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para peneliti di berbagai bidang.
Kerja Sama Internasional
Jalur kedua menitikberatkan pada peningkatan kerja sama internasional. Arif Satria menyadari pentingnya hubungan kolaboratif dengan lembaga riset dan inovasi di seluruh dunia. Dengan menjalin kemitraan strategis, Indonesia dapat memanfaatkan pengetahuan dan teknologi terkini yang tengah berkembang. Langkah ini juga akan membuka peluang pelatihan dan pertukaran pengetahuan bagi peneliti lokal, sehingga mampu bersaing dan berkarya di tingkat global.
Antisipasi Perubahan Global
Fasilitasi terhadap kerja sama global tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas peneliti, tetapi juga pada antisipasi terhadap dinamika perubahan global. BRIN berusaha untuk menempatkan Indonesia di garis depan dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, ketahanan energi, dan keamanan pangan. Dalam hal ini, riset yang memerlukan dukungan regulasi dan kebijakan bersifat sinergis antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Dukungan untuk Inovasi Lokal
Melalui jalur ketiga, BRIN berkomitmen untuk mendorong lebih banyak inovasi lokal. Pemanfaatan riset untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan konteks lokal menjadi prioritas. Arif Satria menyatakan bahwa inovasi tidak hanya harus canggih tetapi juga aplikatif untuk menyelesaikan masalah praktis di masyarakat. Dukungan berupa pendanaan dan fasilitas menjadi salah satu kunci dalam menumbuhkan inovasi berupa produk dan layanan yang berdaya saing tinggi.
Pemberdayaan Sumber Daya Lokal
Inovasi yang efektif seringkali berakar dari pemberdayaan sumber daya lokal. Dengan memahami potensi dan permasalahan unik yang dihadapi di berbagai daerah, riset dapat dirancang lebih relevan dan bermanfaat. Arif menekankan pentingnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, komunitas, dan industri lokal, untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat setempat.
Penggerakkan arah baru riset nasional ini mencerminkan komitmen BRIN untuk menjadikan riset sebagai motor penggerak utama pembangunan berkelanjutan. Dengan strategi tiga jalur utama tersebut, Indonesia diharapkan dapat melaju lebih cepat dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus mengambil peluang dari dinamika global. Keberhasilan dari pendekatan ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi, tetapi juga oleh dukungan dan sinergi antara seluruh elemen bangsa.
