Masa Bercocok Tanam: Pengertian, Karakteristik & Alat-alatnya

Netter.co.id – Terjadinya masa bercocok tanam ini, ketika cara hidup berburu dan mengumpulkan makanan ditinggalkan. Kemudian, pada saat itu mereka mulai tinggal secara permanen di satu tempat.

Nah, agar kalian tahu lebih banyak tentang masa ini, yuk simak langsung penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Masa Bercocok Tanam

Masa Bercocok Tanam

Usia Budidaya yang telah dianggap sebagai waktu ketika orang mulai membutuhkan setiap hari untuk menggunakan hutan sebagai taman. Selama periode pertanian ini dia berhenti berburu dan mulai mengumpulkan makanan yang bisa dia tinggalkan dan mulai tinggal di pertanian.

Pada zaman dahulu, tipe orang yang tinggal di pertanian adalah orang tua yang dikenal sebagai Homo Sapiens dari kelompok (Austromelanesoid) dan (Mongoloid).

Pola Kehidupan Manusia Purba Pada Masa Bercocok Tanam

Selain pertanian, manusia purba juga menyebarkan hampir semua jenis ternak, seperti sapi, kerbau, domba, kuda, ayam, dan ternak. Waktu pertanian dan produk-produknya dapat diperkirakan pada Zaman Batu Tengah.

Meskipun tipe kehidupan lama saat itu (Homo sapiens) berasal dari keluarga Melayu. Sepanjang tahun, posisi hutan dapat digunakan untuk berladang dengan menanam bahan makanan pokok seperti sayur-sayuran, ubi jalar, beras, roti, nangka, ubi jalar, pisang dan kedelai.

Selama pertumbuhan, tanah di sekitarnya tidak dapat digarap lagi sampai tetua harus pindah ke daerah yang lebih subur. Sistem tanah dan seluler ini juga bisa disebut rumah. Kegiatan seperti ini masih ada di Indonesia, misalnya di daerah pedalaman Papua dan Kalimantan.

Baca Juga :  Rumah Adat Padang

Alat-Alat Peninggalan pada Masa Bercocok Tanam

Berikut ini adalah contoh beberapa alat yang tersisa dari masa lalu:

1. Gerabah

Itu terbuat dari tanah liat yang dipanaskan dengan api dan merupakan peralatan rumah tangga seperti memasak, air, dll.

2. Perhiasan

Pada saat ini perhiasan yang terbuat dari tanah liat, kalsedon, beberapa batu akik, sejenis Yaspurstein, coklat susu merah dan kerucut ditemukan.

3. Kapak lonjong

Kapak terbuat dari lumut hijau nephrite, yang populer untuk keperluan pertanian.

4. Mata panah

Anak panah digunakan untuk menggali, berburu, dan memancing berupa palung tulang yang ditemukan di gua-gua sepanjang sungai di wilayah Kalimantan dan Papua.

5. Beliung Persegi

Alat-alat batu yang berasal dari era pertanian ini tampak seperti cangkul, tetapi tidak lagi sebesar sekarang. Ini dapat digunakan untuk pengerjaan kayu serta untuk pembangunan rumah dan perahu.

Campuran bujur sangkar dapat ditemukan di kepulauan Indonesia, yaitu Sumatera bagian tenggara, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Jawa.

Karakteristik Kehidupan pada Masa Bercocok Tanam

Ada berbagai karakteristik dalam kehidupan dalam satu masa dengan pertanian ini, antara lain sebagai berikut:

1. Teknologi

Perubahan terbesar dalam teknologi saat itu adalah kemampuan mengumpulkan makanan sebagai produksi makanan.

2. Kehidupan Budaya

Dalam bidang kebudayaan, terdapat berbagai ciri dalam kehidupan kebudayaan, yaitu:

  • Dapat menciptakan budaya dan mengembangkan diri.
  • Warisan budaya tanah liat, tulang dan batu.
  • Produk budaya selama musim pertanian seperti Beliung Lapangan, Kapak Oval, keramik, mata panah, dan perhiasan.

3. Kehidupan Sosial

Berikut beberapa poin dari kehidupan hingga media sosial, antara lain sebagai berikut:

  • Masih mampu menunjukkan kemajuan secara permanen dalam kehidupan manusia.
  • Peningkatan pembangunan manusia hingga 35 tahun.
  • Aturan masyarakat dimulai karena sudah ada sejak lama dan dijadikan kampung.
  • Tunjuk seorang pemimpin.
  • Saling bekerja sama, melengkapi, dan membantu satu sama lain.
  • Setiap orang yang dikenal sebagai manusia hidup akan membersihkan hutan dan tumbuhan. kalau tanah yang digarap dianggap tidak cocok, merek bergerak dan ini dilakukan berulang-ulang.
  • Jika kalian tinggal di medan, bidiklah hewan-hewan itu agar bisa disebut layak huni.
Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Kalingga beserta Peninggalan Kerajaan yang Ada Saat Ini

Artikel lainnya:

Categories IPS