Netter.co.id – Bagi mereka yang sangat menghargai teknik memasak konvensional, air fryer dianggap sebagai ancaman terhadap tradisi memasak.
Dalam era di mana inovasi kuliner terus berkembang, perangkat dapur modern kian mengambil alih ruang di dapur rumah tangga, salah satunya adalah air fryer. Dikenal karena kemampuannya untuk menggoreng makanan dengan sedikit atau tanpa minyak, air-fryer kian populer di kalangan pecinta kuliner. Namun, belum lama ini, chef terkenal asal Cotswolds, Rick Stein, mengemukakan pandangan kontroversial yang memicu perdebatan hangat di kalangan pecinta kuliner.
Air Fryer: Fenomena Dapur Modern
Kehadiran air-fryer menjadi revolusi dalam cara memasak, memungkinkan banyak orang untuk menikmati makanan yang lebih sehat tanpa mengorbankan rasa renyah khas makanan yang digoreng. Popularitasnya meroket seiring kekhawatiran konsumen terhadap kesehatan dan keinginan untuk mengurangi konsumsi minyak berlebih. Namun, kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh air fryer ternyata tidak semuanya disambut dengan tangan terbuka oleh para pakar kuliner.
Pandangan Rick Stein
Rick Stein, seorang chef yang terkenal dengan gaya masakannya yang memadukan cita rasa lokal dengan pengalaman kuliner internasional, secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap penggunaan air fryer. Menurutnya, alat ini cenderung merusak seni memasak tradisional dan bisa membuat cita rasa hidangan kehilangan karakteristik otentiknya. Pernyataan ini jelas memancing reaksi beragam di antara para koki dan pecinta makanan.
Respons Publik Terhadap Komentar Stein
Banyak yang mendukung pandangan Stein, menilai bahwa air fryer adalah sebuah jalan pintas yang tidak menghormati proses kuliner yang sesungguhnya. Bagi mereka yang sangat menghargai teknik memasak konvensional, air fryer dianggap sebagai ancaman terhadap tradisi memasak. Namun, tak sedikit pula yang berargumen bahwa pengalaman kuliner tidak melulu harus tentang tradisi, melainkan tentang fleksibilitas dan memenuhi kebutuhan modern, termasuk kesehatan.
Air Fryer dan Tantangan Dunia Kuliner
Di tengah perdebatan ini, perlu diakui bahwa air fryer memang membawa tantangan baru bagi dunia kuliner. Alat ini menantang chef profesional dan rumahan untuk mengeksplorasi resep dan teknik baru, yang mungkin sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan metode penggorengan tradisional. Keterlibatan teknologi dalam memasak juga menjadi cerminan dari perubahan gaya hidup dan selera masyarakat.
Menghargai Tradisi dan Inovasi
Bagaimanapun, pernyataan Stein tidak menutup kemungkinan untuk menggabungkan tradisi dan inovasi. Dalam dunia yang terus bergerak maju, ada nilai dalam menghormati seni memasak klasik sambil tetap terbuka terhadap pelengkap modern seperti air fryer. Sebagai bagian dari evolusi kuliner, menemukan keseimbangan antara menggunakan alat baru dan tetap menghormati teknik lama adalah kunci untuk menjaga keaslian rasa sekaligus menyelaraskan dengan kebutuhan zaman.
Kesimpulan
Meskipun pandangan Rick Stein mungkin memantik kontroversi, debat ini mencerminkan dinamika dalam industri kuliner global yang selalu berkembang. Air fryer dan inovasi serupa adalah bagian dari gerak maju yang tidak bisa dihindari. Dengan menyadari keduanya—tradisi dan inovasi—maka para pelaku kuliner dapat memperkaya pengalaman dan citarasa kuliner secara lebih luas dan bijaksana, menjadikan seni memasak sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan.
